7 Cara Penyimpanan ASI Perah Yang Tepat dan Steril

Cara penyimpanan ASI yang tepat dan steril adalah langkah yang paling baik, untuk Anda para ibu yang bekerja atau melakukan aktifitas lainnya. Ada beberapa langkah tertentu yang perlu Anda ketahui untuk dapat memberikan ASI perah yang sehat, mulai dari bagaimana cara memerah ASI dengan baik, baik menggunakan tangan atau alat khusus, teknik menyimpan, hingga teknik menyajikan ASI perah, agar tetap steril dan sehat.

Hal seperti ini perlu Anda ketahui dan perhatikan dengan baik, agar ASI yang berhasil diperah, tidak terkontaminasi kuman atau bakteri, yang kelak dapat mengganggu kesehatan bayi. Ulasan yang akan dibahas kali ini adalah bagaimana teknik menyimpan ASi yang berhasil diperah secara tepat, antara lain :

1. Pastikan teknik memompa ASI steril

Langkah pertama yang perlu Anda perhatikan sebelum menyimpan ASI, adalah memperhatikan dan mensterilisasi alat pompa yang akan digunakan untuk memerah.

  • Apabila Anda menggunakan tangan untuk memompa ASI, sebaiknya pastikan tangan telah dicuci dengan baik, dan menggunakan sabun, kemudian keringkan. Pastikan Anda tidak bersentuhan langsung dengan ASI yang masuk ke dalam botol penyimpan ASI.
  • Apabila Anda mengguankan alat pompa khusus, pastikan alat pompa tersebut telah disterilisasi dengan baik, baik menggunakan air panas, atau teknik lainnya.
  • Perhatikan juga ruangan yang akan digunakan ketika memompa ASI, usahakan, agar memompa di tempat yang aman, agar ASI yang dihasilkan tidak mudah terkontaminasi berbagai kuman, virus atau bakteri yang dapat membayakan kesehatan sang bayi.

2. Siapkan tempat untuk menyimpan ASI

Cara penyimpanan ASI berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah mempersiapkan wadah atau tempat khusus untuk menyimpan ASI. Dipasaran sendiri ada 2 macam tempat yang biasanya digunakan untuk menyimpan ASI, yaitu botol plastik dan plastik ASI khusus. Memilih wadah penyimpanan yang tepat, selain dapat menjaga kebersihan ASI peras, juga membuat ASI peras tetap dalam kondisi steril.

  • Apabila Anda hendak menggunakan botol, sebaiknya pilih botol yang terbuat dari plastik tebal, kuat, ringan dan tidak mengandung bahan BPA. Pastikan botol dapat tertutup rapat, untuk menjaga ASI tetap dalam kondisi baik.

Hindari memilih botol penyimpanan dari bahan kaca, jika botol kaca ini disimpan dalam lemari pendingin dalam jangka waktu cukup lama, kemudian dipanaskan, mengakibatkan botol pecah. Ini yang membuat penyimpanan ASI menggunakan botol kaca jadi kurang efektif.

  • Wadah atau tempat lain yang dapat Anda gunakan untuk menyimpan ASI adalah menggunakan plastik khusus ASI. Plastik yang satu ini memang didesain khusus untuk menyimpan ASI. Dilengkapi dengan takaran, zip lock, dan bagian khusus untuk mempermudah penuangan ASI ke dalam botol susu.

Tidak sulit untuk menemukan kedua wadah yang baru saja disebut, Anda dapat menemukannya di toko perlengkapan bayi.

3. Perhatikan jumlah takaran dalam botol atau plastik

Ketika Anda hendak menyimpan ASI di botol atau plastik khusus ASI, perhatikan dengan baik jumlah ASI yang akan dimasukkan. Pastikan ASI yang dimasukkan ke dalam botol penyimpanan ASI atau plastik penyimpanan ASI sesuai taharan atau jumlah ASI yang dikonsumsi bayi. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan dengan baik, jumlah takaran rata-rata yang biasanya dikonsumsi bayi dalam sekali minum. Keuntungan ketika menggunakan teknik ini adalah untuk :

  • Menghindari ASI perah tersisa pada botol tersebut.
  • Menghindari bayi dari kondisi gumoh setelah minum susu. Kondisi ini biasanya terjadi, ketika bayi terlalu kenyang.
  • Menghindari pemberian ASI yang berluang, dengan menggunakan botol dan ASI yang sama. Karena pada dasarnya pemberian ASI berulang membuka peluang masuknya virus, bakteri atau hal negatif lainnya pada bayi. Jika hal ini terjadi, reaksi yang biasanya terjadi pada bayi adalah diare.
  • Teknik ini juga membuat bayi terhindar dari pemberian ASI perah basi.

4. Beri penanda pada setiap botol atau plastik ASI yang digunakan

Setelah Anda menyimpan sejumlah ASI secara tepat, pada botol atau plastik khusus ASI, maka langkah berikutnya yang perlu Anda perhatikan adalah memberi label pada botol atau plastik tersebut. Label yang dimaksud adalah informasi tentang tanggal dan jam ASI tersebut diperah, serta kapan waktu yang tepat untuk memberikan ASI tersebut pada bayi.

Hal seperti ini memang perlu diperhatikan dengan baik, agar ASI yang diperas lebih awal, akan diberikan pada bayi, ketimbang ASI yang diperas di akhir. Hal ini akan membuat ASI tetap dalam kondisi segar, dan terhindari dari basi. Anda dapat menginformasikan hal ini pada orang dirumah, agar dapat memberikan ASI secara tepat.

5. Pilih tempat penyimpanan ASI yang berhasil diperah dengan baik

Setelah ASI diperas, disimpan sesuai takaran dan diberi penanda, maka langkah berikutnya adalah memperhatikan tempat menyimpan ASI perah secara tepat. Ini adalah salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan, untuk membuat ASI perah tetap steril, dan tidak basi.

  • Menggunakan lemari pendingin

Untuk menjaga kesegaran ASI yang pertama adalah menggunakan lemari pendingin. Jika Anda menggunakan lemari pending dengan suhu sekitar 4oC, maka daya tahan ASI selama 5 hari, sedangkan jika suhu yang digunakan sekitar 3oC atau yang lebih tinggi, maka daya tahan ASI selama 3 hari. Simpan ASI pada rak khusus, agar tidak tercampur dengan bahan makanan lainnya.

  • Menggunakan freezer

Untuk menjaga kesegaan ASI berikutnya adalah Freezer. Apabila suhu yang digunakan sekitar kurang dari 18oC, maka ASI dapat bertahan selama 3 minggu hingga 6 bulan. Namun jika Anda menggunakan freezer untuk menyimpan ASI perah, maka beberapa kandungan dalam ASI jadi rusak, salah satunya adalah zat yang dapat meningkatkan antibody dalam tubuh.

  • Menggunakan box ice

Alternatif lain yang dapat Anda gunakan untuk menyimpan ASI, terutama ketika Anda sedang dalam perjalanan adalah box pendingin. Saat ini ada beberapa box pendingin khusus untuk ASI yang dapat Anda temukan di pasaran. Menyimpan ASI peras di box pendingin seperti ini, membuat ASI perah dapat bertahan selama 24 jam.

6. Perhatikan lama waktu penyimpanan ASI

Seperti yang telah dijelaskan di atas, Anda perlu memperhatikan lama waktu penyimpanan ASI peras dan tanggal penyimpanan ASI peras tersebut. Agar ASI yang diberikan tetap terjaga kesegarannya, steril dan pastinya tidak basi. Apabila ASI yang sudah dikeluarkan dari dalam lemari pendingin, dan disimpan dalam suhu ruangan, maka ASI hanya dapat bertahan selama 6 jam. Terutama jika suhu ruangan tersebut sekitar 25oC.

7. Perhatikan suhu penyimpanan ASI

Berikut ini adalah cara penyimpanan ASI berdasarkan suhu yang perlu Anda ketahui :

  • Apabila ASI peras disimpan dalam ruangan terbuka dengan suhu antara 19 hingga 26o, maka ASi dapat bertahan selama 4 jam, atau maksimal 6 jam.
  • Apabila ASI peras disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 4oC, maka ASI dapat bertahan selama 72 jam (3 hari), atau maksimal 8 hari.
  • Apabila ASI peras disimpan dalam freezer suhu antara -18 hingga 120oC, maka ASI dapat bertahan selama 3 bulan atau maksimal 12 bulan.